Aneka Pengetahuan Musik

November 13, 2007 at 6:13 pm (Musik)

Cara / Tips Mendengarkan Musik MP3 / CD di Komputer PC atau Laptop – Pengetahuan Umum Komputer Dasar Untuk Pengguna Baru/Pemula

Mendengarkan musik di komputer baik di PC maupun di laptop notebook adalah sesuatu hal yang wajib bagi sebagian besar orang di dunia. Mungkin bagi anda yang baru pertama kali belajar komputer atau yang belum pernah mencoba-coba dapat mencoba langkah-langkah mudah dalam artikel ini untuk dapat memutar lagu di komputer anda.Berikut ini adalah beberapa persyaratan yang harus anda penuhi sebelum dapat menjalankan musik di komputer anda :1. Piranti / Perangkat KerasMinimal harus ada speaker atau headphone yang nyantol di sound card komputer anda. Biasanya komputer windows dan linux sudah dilengkapi dengan soundcard yang menyatu dengan mainboard / motherboard.2. Program Piranti / Perangkat LunakDi dalam windows atau linux harus anda pasang program atau software untuk memutar lagu. Biasanya di kedua jenis os baik windows maupun linux sudah ada software tersebut tinggal anda cari saja mana yang tepat. Atau bisa juga anda install atau pasang sendiri dengan program kesayangan anda seperti winamp, kjofol, real one player, dan lain sebagainya. Jangan lupa dengan driver untuk menjalankan sound card anda. Bila anda dapat atau pernah mendengar suara dari speaker atau earphone komputer anda berarti sound driver sudah terpasang dengan baik. Bila belum maka anda harus bekerja ekstra keras mencari sound driver di internet atau di toko cd dan kemudian menginstallnya di komputer pc atau laptop notebook anda.3. File LaguUntuk dapat mendengar lagu dari artis kesayangan anda maka anda harus memiliki file lagu dari artis tersebut. Anda bisa mendapatkannya dari cd audio ataupun format-format lainnya seperti mp3, real media, midi dan lain sebagainya. Yang harus anda perhatikan adalah belilah produk lagu dari artis tersebut yang asli baik yang asli berbentuk kaset maupun cd sebelum membeli yang bajakan, karena jika semua orang membeli produk bajakan maka artis tersebut tidak akan mendapat uang dan akhirnya bangkrut tidak mau buat lagu atau album baru lagi.X. Menjalankan Lagu di Kompiuter Anda

Jika semua telah terpasang maka yang perlu anda lakukan adalah memasukkan cd, flashdisk, external drive, dvd, cda, disket, dsb ke dalam komputer anda lalu klik dua kali file lagu yang anda ingin dengarkan. Nanti program pemutar musik akan muncul sendiri dan musik pun mengalun. Atau anda bisa mengkopi terlebih dahulu file lagu-lagu tersebut sebelum dijalankan agar di lain waktu anda tidak perlu repot memasukkan media file lagu sebelum menikmati lagu di komputer anda. Cukup mudah bukan???

  Ismail Marzuki 

Nama sebenarnya adalah Ismail, sedangkan ayahnya bernama Marzuki, nama lengkap beliau menjadi Ismail bin Marzuki. Namun, kebanyakan orang memanggil nama lengkapnya Ismail Marzuki, bahkan di lingkungan teman-temannya kerap dipanggil Mail, Maing atau bang Maing. Ia dilahirkan di kampung Kwitang tepatnya di kecamatan Senen wilayah Jakarta Pusat, pada tanggal 11 Maret 1914. Tiga bulan setelah Ismail dilahirkan, ibunya meninggal dunia, ia dirawat oleh kakak perempuannya yang umurnya lebih tua dua belas tahun dari Ismail. Sejak kanak-kanak ia sudah tertarik dengan lagu-lagu. Di rumahnya ada gramaphone (mesin ngomong) dan persediaan piringan hitam yang cukup banyak. Ia sangat mengagumi lagu dari Prancis dan Italia, atau lagu-lagu berirama rumba, samba, tango, dan sebagainya. Semenjak duduk di bangku MULO, ia sudah ikut grup musik untuk menyalurkan hobinya. Dalam band musiknya ia memegang alat petik banyo ala dixiland.
Ia memulai debutnya di bidang musik pada usia 17 tahun, ketika untuk pertama kalinya ia berhasil mengarang lagu O Sarinah” pada tahun 1931. Ismail mempunyai kepribadian yang luhur di bidang seni. Tahun 1936 Maing memasuki perkumpulan orkes musik Lief Java sebagai pemain gitar, saxophone dan harmonium pompa.
 

Perhatian Ismail Marzuki terhadap berbagai sudut kehidupan kentara sekali dari tema-tema lagu yang dibawakan dan diciptakannya. Materi lagu-lagu tersebut diangkat dari kehidupan tukang becak, alam dan lingkungan, cinta, sampai pada masalah kebangsaan. Bila sebagian besar lagu-lagunya bertemakan tentang cinta, hal itu terlepas dari kepribadiannya yang romantis. Demikian pula dalam mencipta, Ismail selalu teliti dalam menganalisa, menyimak dan selalu saja mendapat ilustrasi seni yang diinginkan

 Ismail mempelajari buku-buku perpustakaan tentang teori-teori musik, laras tangga nada dan ilmu melodi. Komposisi autodidaknya selalu dipraktekkan dipiano yang pernah ia geluti secara rutin dan ini menghasilkan suatu improvisasi murni yang mengilhami pikirannya menulis lagu. Maka dalam mencipta Ismail mendapat pengaruh dari musik-musik tersebut, terutama dari keroncong, seriosa dan Hawaiian. Karya-karya Ismail pada periode ini secara kronologis :

Tahun 1931 Untuk pertama kalinya Ismail menciptakan lagu yang berjudul “Oh Sarinah” yang syairnya dibuat dalam bahasa Belanda.

 Sebagai manusia yang mendapatkan anugerah dari Tuhan berupa talenta musik, Ismail Marzuki berhasil mengembangkan bakatnya sehingga sukses, melalui usaha-usaha yang sangat serius dan tidak mengenal lelah dalam mempelajari segala pengetahuan musik, menimba pengalaman yang telah menghasilkan karya-karya yang berbobot disepanjang masa. Dalam mencipta lagu-lagu, ia betul-betul memperhatikan kaidah-kaidah dalam musik misalnya dalam membuat melodi, mengatur jalannya irama, membagi pengkalimatan (prasering) di dalam musik beserta tempo yang di gunakan, yang semua itu disesuaikan dengan syairnya, telah menghasilkan sebuah ekspresi yang pas yang terasa wajar, tidak dibuat-buat sederhana tetapi sangat indah dan memiliki bobot yang tinggi.  Di dalam lagu-lagu ciptaannya, agaknya Ismail Marzuki begitu jeli memilih kisah perjuangan dengan kisah kehidupan sehari-hari terutama percintaan, serta memadukan kisah-kisah percintaan diantara lagu-lagu perjuangan. Inilah yang terasa menjadi ciri khas pada lagu-lagu ciptaanya. Lagu itu sendiri menjadi lebih hidup serta terasa segar disepanjang masa. Dalam usia 30 tahun, ciptaan Ismail Marzuki mulai memperlihatkan bobot yang lebih berat dalam unsur melodi, syair dan intensitasnya serta kemahirannya dalam meleburkan perlambangan asmara dengan perjuangan untuk tanah air, hal ini terlihat pada tahun 1944 dengan lahirnya ciptaan yang berjudul “Rayuan Pulau Kelapa”dengan melodi serta syairnya dengan bobot yang sudah matang. Dipandang dari nafas lagu-lagu dan syair ciptaannya, Ismail Marzuki merupakan seorang nasionalis yang setia pada cita-cita perjuangan kemerdekaan, pada kehidupan rakyat dan pada ibu pertiwi. Dan karya-karyanya yang berjumlah lebih dari 200 buah, sarat dengan nilai-nilai perjuangan.  

(Katalog Ismail Marzuki Komponis Pejuang 1985)

   

Album Kenangan
Rekonstruksi Musik Pop

 Album yang tak pernah lekang ditelan zaman, Badai Pasti Berlalu, tahun ini genap 30 tahun. Album yang digarap Eros Djarot bersama Yockie Soeryoprayogo (arranger/ kibor/drum), Chrisye (bas/vokal), Debby Nasution (kibor/ komposer), Berlian Hutauruk (vokal), Keenan Nasution (drum), dan Fariz RM (drum) tahun 1977 kini di-remake lagi oleh generasi 2000-an. Badai Pasti Berlalu yang musiknya ditata Andi Rianto ini dibuat untuk membarengi remake film Badai Pasti Berlalu yang digarap sutradara Teddy Soeriaatmadja. Album yang menampilkan sederet artis musik, seperti Ari Lasso, Andi/rif, Glenn Fredly, Ello, Astrid, Audy, Marshanda, dan banyak lagi ini merupakan hasil remake yang keempat setelah versi Broery Marantika dan Christine Hakim yang diiringi band De Meicy (1978), versi Chrisye, dan Erwin Gutawa (1999). Ini belum dihitung dengan sederet penyanyi yang mendaur ulang lagu-lagu dari album itu, misalnya Yuni Shara yang melantunkan Pelangi (1997) yang diiringi Yockie. Apa yang membuat album ini istimewa? Kehadirannya memang pada saat yang tepat, saat industri musik booming dengan lagu-lagu pop yang pada zamannya sering diledek sebagai pop cengeng. Lagi pula, pada saat itu sebuah grup musik yang tengah berjaya diperas habis-habisan kreativitasnya oleh perusahaan rekaman yang menaunginya untuk produktif mencetak album. Korban pun berjatuhan, di antaranya Koes Plus yang akhirnya terjebak dalam pola musik yang sama dan tak pernah berubah. Peluang itu lalu diisi BPB, album yang dibuat mengikuti rilis film berjudul sama yang digarap mendiang Teguh Karya dari novel karya Marga T. Sebetulnya BPB tak diperhatikan orang. Namun, setelah stasiun-stasiun radio memutarnya terus-menerus, album ini langsung jadi pembicaraan khalayak. Dan memang ada atmosfer yang beda jika menyimak album ini. Eros sebagai pengarah musik menampilkan nuansa yang terasa berbau Eropa. Lihatlah betapa instrumen kibor mendominasi tata musiknya. Eros bahkan menampilkan torehan lirik lagu yang romantis tanpa terjebak dengan pola-pola yang standar: patah hati berkepanjangan, meratap-ratap, dan cengeng.

Alhasil, dengan nuansa yang terasa beda, Eros bisa dianggap berhasil. “Padahal, enggak ada niat yang muluk-muluk ketika membuat album ini. Saya bersenandung, lalu Yockie dan Chrisye mengimbuhkan musiknya. Sangat sederhana, hampir tidak istimewa,” ujar Eros awal September 2006.

Tata musik

Menurut Eros, album ini lahir setelah pembuatan music score BPB bersama dukungan tata musik Yockie. “Ide dasar semuanya datang dari Eros. Padahal, ia justru tak terampil memainkan alat musik. Eros menyenandungkan melodi, lalu saya dan Chrisye mencari akor-akornya,” ungkap Yockie. Lalu, ketika menggarap kasetnya bertambahlah jumlah repertoar seperti Cintaku (Eros/Debby), Merepih Alam (Eros/ Chrisye), Semusim (Eros/Debby), Serasa (Eros/Chrisye), Khayalku (Eros/Debby), Pelangi (Eros/Debby), dan sebuah instrumental bertajuk E&C&Y. Lagu bercorak disko ini urung ditulisi lirik karena Chrisye menganggap sukar menyanyikannya. Debby, yang pernah berkolaborasi dengan Eros menulis music score film Kawin Lari dan Perkawinan dalam Semusim, menjelaskan bahwa sebagian lagu yang terdapat dalam kaset BPB (Irama Mas) itu melodi dasarnya sebetulnya sudah pernah digunakan pada music score Perkawinan dalam Semusim (1976), seperti Angin Malam, Semusim, Khayalku, Cintaku, dan Pelangi. “Sayangnya, film itu memang kurang sukses di pasaran,” tutur Debby. “Sebetulnya Teguh Karya membuat film BPB untuk mengambil hati produsernya karena Perkawinan dalam Semusim dianggap kurang laku dan berat,” ungkap Slamet Rahardjo, 4 Januari 2007. BPB direkam di Studio Irama Mas dengan penata rekaman top Stanley dan menghabiskan waktu 21 hari serta dana sekitar Rp 2 juta. Menariknya, para pemusik yang terlibat dalam pembuatan album ini adalah mereka yang telah tenar dan bermain di beberapa grup rock, seperti Eros (Barong’s Band), Yockie (God Bless), Chrisye dan Keenan (Gipsy), serta Debby (Young Gipsy dan Barong’s Band). “Beberapa melodi dari lagu Pelangi saya comot dari lagu instrumental Genesis, After the Ordeal,” ungkap Debby, yang menggemari pemusik klasik Johann Sebastian Bach. Bahkan, jika menyimak versi awal Khayalku, orang teringat pada komposisi instrumental Procol Harum bertajuk Repent Walpurgis. Akan tetapi, jika menyimak BPB versi 2007 yang digarap Andi Rianto, konstruksi musiknya dibentuk ulang. “Saya hanya mendengarkan melodinya tanpa menyimak aransemen yang orisinal. Ini membantu saya keluar dari bayang-bayang versi aslinya,” ungkap Andi. Maka, mereka yang mengalami romantika era 1977 akan terkaget-kaget mendengar Cintaku yang dinyanyikan Lucky Idol bernuansa crooner seperti Frank Sinatra. Atau Merpati Putih yang disenandungkan Astrid dibalut dengan gaya pseudo- gothic. Dan, rasanya memang tidak adil membandingkan BPB yang kini genap 30 tahun itu dengan album yang digarap 30 tahun setelahnya. Yang jelas, rekonstruksi musik pop memang telah berlangsung.   

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hobi musik

November 13, 2007 at 5:14 pm (Musik)

NGAYOGJAZZ 2007
JAZZ DIALOGIS, INTERAKTIF DAN MEMASYARAKAT

Musik Jazz di asalnya Amerika muncul dari respon masyarakat strata bawah (baca: budak belian/negro) terhadap kondisi sosial saat itu, tekanan-tekanan kehidupan mereka saat itu memunculkan suatu kreativitas untuk mencurahkan perasaan dan menghibur diri mereka, sehinga muncul Musik Jazz. Pada awal perkembangannya Jazz selalu dekat dengan peristiwa-peristiwa sosial dan politik, dimana para pionir-pionir Jazz seperti Jelly Roll Morton, Louis Armstrong, Duke Ellington, Thelenious Monk, Charles Mingus sampai John Coltrane dan Miles Davis, selalu memunculkan gebrakan-gebrakan baru dalam musik jazz bedasarkan situasi sosial maupun politik saat itu, seperti munculnya Swing, Bebop, Cool Jazz sampai Free Jazz dan Jazz Rock. Dan uniknya walaupun musik jazz pertama munculnya dari strata bawah berhasil Musik Jazz pada saat itulah yang bisa menyatukan antara komunitas ras dan strata yang berbeda-beda di Amerika sana.  Musik Jazz-pun menyebar ke seluruh dunia dan dibeberapa negara musik Jazz bisa menyesuaikan dengan atmosfir budaya setempat, sehingga muncul istilah-istilah European Jazz, Latin Jazz, Skandinavian Jazz, Indo-Jazz Fusion, dan lain-lain.

Lalu bagaimana perkembangan Jazz di Indonesia, Jazz di Indonesia menurut penulis Belanda Allard J.M. Moller sudah masuk sejak tahun 1922, itu berarti hampir bersamaan dengan era Swing Jazz, hanya memang di Indonesia pada saat itu jazz didatangkan untuk menghibur orang-orang asing yang masih menduduki bumi indonesia ini, tentunya dikemas dalam acara dan tempat yang elit, dan pada perkembangannya-pun akhirnya musik jazz di Indonesia banyak dipentaskan di hotel-hotel, bar-bar elit, café-café dan tempat-tempat sejenisnya, meskipun akhirnya musik jazz bisa juga diapresiasi dan ditonton masyarakat awam tapi kesan bahwa musik jazz adalah musik yang elitis dan sukar diapresiasi oleh masayarakat awam masih melekat sampai saat ini.

Berangkat dari kondisi inilah seorang musisi Djaduk Ferianto mempunyai kegelisahan untuk menghapus citra musik jazz yang elitis tersebut, bahwa jazz sebagai musik yang terbuka dan luwes bisa diapresiasi semua lapisan masyarakat dan dapat berbaur dengan kehidupan budaya setempat. Untuk menerjemahkan ide-idenya Djaduk bekerjasama dengan WartaJazz.com, HATTAKAWA -lingkage dan VINDRA/beyond the stages, akhirnya menggagas event jazz yang berbentuk sebuah interaksi sosial. Dalam event ini musik jazz tetap sebagai focus of interest tetapi tidak akan sekedar menjadi sebuah pertunjukan, melainkan akan menjadi permainan bersama. Musik jazz akan dimainkan ditengah-tengah kegiatan masyarakatdengan segala respon dan apresiasinya, baik sekedar bertepuk, berteriak, melontarkan komentar maupun bergabung langsung untuk ikut bermain. Karena beberapa panggung akan menggunakan format open jam session.

Kegiatan masyarakat akan diwakili dengan kegiatan bazar hasil kreasi seni, kegiatan merti desa dan pertunjukan kesenian tradicional desa setempat.

Event berlabel NGAYOGJAZZ (diambil darti kata Ngayogyakarta) ini akan menggunakan venue Padepokan Seni Bagong Kussudiarja yang selain lokasinya sudah dikenal hingga tingkat internasional, arealnya terbuka dan telah terbiasa berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Dengan konsep diatas maka jarak antara pemain dan penonton tidak lagi kentara, sehingga diharapkan benar-benar akan mengikis anggapan selama ini bahwa musik jazz adalah musik yang “elitis” dan  tidak terjangkau apresiasi masyarakat awam, justru di event ini akan ditunjukan bahwa musik Jazz adalah sangat terbuka sekali dan bisa dinikmati oleh siapapun dan bisa dipadukan dengan jenis musik apapun maupun seni yang lain. NgayogJazz akan menampilkan Komunitas Jazz Yogyakarta dengan grup-grup antara lain : Travels, Living Room, Caravan, Gudeg Jogja dan Setia Kawan, menampilkan juga bintang tamu musisi jazz nasional, Syaharani dan Trie Utami dan juga komunitas-komunitas dan musisi-musisi jazz dari berbagai kota akan hadir untuk bermain dan berjam sesion.

Selain itu juga akan dimeriahkan dengan seni-seni tradisi, seperti jathilan, angguk dan musik dari Sujud Kendhang. Semua penampil ini nanti diharapkan akan saling merespon satu sama lain sehingga suasana kemeriahan akan terbentuk. Di tempat pertunjukan juga akan digelas Bazar dengan segala macam produk, baik berupa barang maupun jasa, antara lain penjulan CD, makanan tradisional, merchandise, kerajinan, alat-alat musik dll.

Festival yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun Jakarta ini, akan kedatangan sejumlah tamu dari mancanegara, khusus untuk musik jazz sedikitnya 4 kelompok dipastikan akan hadir dalam JAKART@2003.Mereka itu adalah Bill Heid Trio dari Amerika Serikat, lalu Joona Toivanen Trio Jazz dari Finlandia dan Ronald Douglas Quartet dari negeri kincir angin Belanda. Sementara itu kelompok jazz Fusion asal tanah air CO.P juga dipastikan akan turut ambil bagian.Selain kegiatan konser diberbagai tempat, musisi jazz yang tampil dalam JAKART@2003 ini juga memberikan workshop/klinik musik diberbagai tempat.

***

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar